Senin, 28 Desember 2015

Negara ke-6 : Backpacker to Philippines



"The World is a Book, and I Will Read It!"

a Journey of a Thousand Miles Must Begin with a single Step


1000 Things To Do Before I Die - To Travel Around the world! 
Travel around the world that has 196 country ... 
Must begin with a single step .... Buy the Ticket! 
Tiket promo Cebu Pasific Air seharga Rp 1,5 PP yang dibeli 6 bulan sebelum hari H ini membawa saya menuju negara ke 6: Philippine. 

Why I Choose Philippines?

Philippines sebenernya belum masuk dalam list 1000 Things to Do Before I Die ketika tiket dipesan. Negara ini ada di ASEAN, berbentuk kepulauan sama seperti Indonesia, cuaca dan alamnya juga sama. Lalu kenapa memilih backpacker kesana?

1. Kena "Hipnotis" ajakan traveling dr temen yang selalu g bisa ditolak
2. Mengingat dan menimbang misi tahun ini 1 Tahun 2 Negara 100 Kabupaten/Kota
3. Just want to try new things, meet new people, and look beyond what’s right in front of me .....The way to understanding this amazing world we live!


"Orang - orang bepergian karena mereka jadi belajar hal-hal yang tidak bisa mereka pelajari  dengan cara lainnya" - Lance Morrow-

Negara ke - 6 Philippines


Negara filipina / Republic of Philippines merupakan negara kepualauan dengan 7107 Pulau. Negara ini terletak di utara Indonesia, tepatnya di utara Pulau Sulawesi. Orang - orang Philippine tampak seperti orang - orang Indonesia. Secara fisik, kita sama. Di kehidupan sehari-hari, mereka menggunakan bahasa Tagalog dan Bahasa Inggris (Kebanyakan dari mereka bisa berbahasa Inggris, jadi kami tidak terlalu terkendala dalam bahasa).  Mayoritas orang Phillipine beragama Katolik  (80% menurut om wiki) karena pengaruh dari penjajahan spanyol yang berlangsung selama 265 tahun. Di negara ini, alat tukarnya menggunakan mata uang Pesso atau biasa disingkat PHP. Nilai tukarnya saat saya pergi sekitar Rp310.


I Had to See it for Myself!

Kota Tua itu bernama Intramuros



Seperti halnya Kota Tua Di Jakarta, Manila juga mempunyai sebuah kota tua, bernama Intramuros. Pada zaman penjajahan spanyol abad ke 16,  kota Manila membangun sebuah benteng untuk mencegah serangan dar Luar yang selanjutnya dikenal dengan nama Intramuros (Dalam bahasa Spanyol: Dalam Benteng).  

Kita bisa berkeliling Intramuros dengan berbagai cara seperti Jalan Kaki, Naik Trycycle, Jeepney, ataupun Kereta kuda. Tarifnya pun berbeda-beda tergantung kekuatan menawar anda. Saya dan teman-teman memilih untuk berjalan kaki dan menikmati keindahan Intramuros.

Fort Santiago






Fort Santiago .... 
Sebuah benteng tertua yang ada di Manila. Dibangun pada tahun 1571 saat masa pemerintahan Raja Soliman. Selain Benteng, Fort Santiago juga berfungsi sebagai penjara. Saat ini, Fort Santiago dijadikan salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi jika anda ada di Intramuros. Tiket masuk benteng ini 75 PHP.












Catedral of Manila



Catedral of Manila merupakan salah satu Gereja Tua yang ada di Manila. Gereja ini sudah ada sejak zaman penjajahan Spanyol. Jika anda pecinta Museum, anda bisa masuk ke Casa Manila (Museum ini dulunya sebuah rumah - termasuk salah satu rumah tertua yang ada di Manila. Museum ini memberikan gambaran kepada kita tentang bangunan, tata letak, beserta perabotan2 pada zaman Penjajahan spanyol).

 


Museum Nasional Philippines




Museum Nasional Philippine. Berkunjung ke Suatu negara, g lengkap dong rasanya kalau tidak berkunjung ke Museum Nasionalnya. 1 Jam kami habiskan untuk berkeliling di dalam Museum ini. Di Museum Nasional ini kita bisa melihat rumah adat suku Ifugao (Salah satu suku tertua di Philippine). Kita juga bisa melihat salah satu bagian dari Berlin Wall, Cerita tentang Ivory, Kemaritiman, Benda2 jaman dulu yang ditemukan di wilayah Philippine, dan juga budaya-budayanya (baju, patung-patung dan lain-lain) 







Palawan - A Last Frontier of Extraordinary Natural Beauty
Judul tulisan dari buku 1000 Place to see Before you Die ini menggiring saya menuju Palawan Island.  Di Pulau ini, kami berencana ingin melihat keindahan El Nido dan melihat salah satu Keajaiban Dunia new Seven wonder : Underground River di Puerto Princessa. 


Tepat pukul 11 siang, pesawat kami mendarat di Puerto Princessa International Airport - Pulau Palawan. Kami langsung melanjutkan perjalanan menggunakan Van (yang bisa ditemukan disebelah kanan bandara - harganya 500PHP) menuju El Nido yang terletak di Ujung utara Pulau Palawan. Perjalanannya membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam (dengan pemandangan pantai di sepanjang jalan - dan tanpa macet).

El - Nido : Sunset



Sunset yang indah ini menyapa kami ketika kami pertama kali menginjakan kaki di El Nido. Sebuah kota kecil yang ada di ujung utara Pulau Palawan. Alamnya masih alami dan tidak terlalu ramai. Untuk berkeliling kota El Nido, kita bisa berkeliling menggunakan trycycle.




 El - Nido: Tour D Island



Untuk menikmati keindahan Alamnya, El Nido menawarkan 4 Paket tour (A , B, C dan D) yang bisa dipilih oleh wisatawan. Kita bisa booking secara online atau dapat juga mendaftar on the spot atau bisa juga lewat hotel yang kita tempati (tips:lebih murah mendaftar langsung - banyak diskon yang ditawarkan dengan fasilitas yang sama). 

We choose tour A ... Naik kayak di small lagoon, berenang sampe ke big Lagoon, makan siang ala ala pinggir pantai di simizu island, dan bersantai di iphi island. Dari semua tour yang pernah saya ikuti (Di Indonesia tapinya ;p), this tour is the best for me. Mulai dari guidenya, kapalnya, fasilitasnya dan tentu saja tour d island nya. El Nido is amazing! you must go there and jangan lupa masukin di wish list kamu ;p 


Puerto Princessa: Underground River 


Puerto Princessa Underground river dinobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia versi new7wonders. Panjangnya lebih dari 4,3 km dan gosipnya ini menjadi underground river terpanjang di dunia. Thats why this place has become a Natural World heritage Site. 





Be a Traveler , not a Tourist

"Please be a traveler, not a tourist. Try new things, meet new people, and look beyond what’s right in front of you. Those are the keys to understanding this amazing world we live in – Andrew Zimmern"


Meet New People!

Orang - orang filipina atau bisa disebut dengan filipino memiliki bentuk fisik yang sama dengan orang Indonesia.  Di foto ini, selain kita bertiga (yang pake jilbab), semua merupakan orang filipina. Ada perbedaan yang bisa ditemukan? Kadang mereka juga g bisa bedain ko indo dengan filipino. Bahkan ketika kita diem, tiba2 disamber ... diajak ngobrol dengan bahasa yang kita g ngerti (kemudian disebut tagalog - bahasa nasional filipina) dan selalu berkahir dengan kata "sorry...I think you are filipino" ketika mereka sadar n ngeliat muka kita bengong (g ngerti mereka ngomong apa ;p).
Pure Joy! Kalo ketemu orang - orang filipina, berasa ngeliat si Joy di film nya inside out (beberapa blog juga ngomong begitu). Rame dan Ramah. Selama di Filipina, kami sangat tertolong dengan karakter mereka ini. Mudah untuk diajak ngobrol (bahkan kadang diajak ngobrol duluan sama mereka), rame dan menyenangkan. Bahkan ketika kami kebingungan di perempatan jalan saat ingin menuju Mall of Asia, g sengaja tanya ke ibu2 di pinggir jalan, g hanya dikasi petunjuk harus naik apa dan kearah mana ... mereka bahkan nganterin kita sampe ke tempat terdekat sama tujuan (yang butuh waktu1/2 jam). Jadi inget kalo di pelajaran - pelajaran waktu disekolah ... orang Indonesia dikenal sebagai orang yang ramah. Begitu juga dengan filipino .... ramah dan pure joy ... Nice to Meet you all :)


Try new Things: Transportation

Thailand punya tuk tuk, filipina punya Jeepney. Yap...ini salah satu alat transportasi yang digunakan filipino sehari-hari. Semacam angkot tapi agak panjang -  Kalau mau bayar ke supirnya, harus ngerenteng dari belakang ke depan (8 - 15 php). Kalo orang - orang ingin turun dari jeepney, biasanya mereka bilang "para"atau "parakuya" (kuya = semacam panggilan buat mas2 gitu d...). Transportasi lain yang ada, kita bisa coba UV Express - semacam mobil biasa dengan tujuan - tujuan yang agak jauh. tarifnya kurang lebih 20 php. kalo pas diterminalnya, kita bisa liat dari tempat parkirnya (ada tulisan tujuannya). Di Filipina, kita juga bisa cobain tricycle - alias becak motor. tarifnya variatif tergantung jarak dan kemampuan menawar anda ;p

Understanding This amazing world


Mayoritas orang Phillipine beragama Katolik (80% menurut om wiki) karena pengaruh dari penjajahan spanyol yang berlangsung selama 265 tahun sedangkan muslim di sini hanya 5%, ini artinya saat kita berkunjung ke filipina, kita jadi orang minoritas. 

Gambar disebelah merupakan masjid terbesar yang ada di Manila. Terletak di sebuah kampung muslim yang ada disana. Karna susahnya mencari tempat dan spot buat shalat, kita sengaja mencari masjid yang ada di Manila dengan bayangan bisa leyeh2 istirahat di masjid beberapa jam sambil nyelonjorin kaki n ngadem. Tapi kenyataannya? kami tiba di sebuah kampung yang (maaf) agak yah..begitulah ... dengan masjid yang g ada dingin2nya, bahkan cenderung agak kurang terawat. ingin cari air wudhu pun kami bingung karna air keran di masjid tidak mengalir. sampai akhirnya ada warga yang menyapa kami dan menunjukkan kami kamar mandi umum di dekat dengan masjid (T-T ngeliatnya melas tapi....pengen motret...tapi g tega ... ). 

Selain tentang masjid, disana kita juga susah mencari spot buat shalat. Di tempat-tempat wisata, tidak disediakan tempat untuk shalat. Ketika tanya ke orang - orang atau petugas pun tidak menyelesaikan masalah. Kita cuma minta sedikit ruang dipojokan, malah dibukain kamar mandi (yang bener ajaa....masa kita shalat di kamar mandi T-T). Waktu kita curi2 tempat shalat dipojokan mall yang sepi, deket lift barang, eh disamperin ama petugas trus mereka bilang yang artinya "kalian g bisa melakukan ini disini, silahkan cari tempat lain". Menurut nganaa ... kita uda muter2 mall n ini spot paling ok dan g ngeganggu orang disini juga lo... 

Yap....disini saya baru merasakan rasanya jadi orang minoritas, menjadi agama minoritas .... harus banyak - banyak bersyukur ada di Indonesia, bebas pake jilbab, kemana aja ada tempat untuk shalat, makanan halal ... alhamdulillah :)

Food

Filipina, dengan mayoritas katolik, hampir semua makanan yang dijual ada pork nya. Kita harus pintar - pintar milih warung yang g ada porknya. bahkan untuk mie instant (yang biasanya saya asal ambil - kalo di Indonesia, disini saya harus ngeliat isi yang terkandung di dalamnya). Untuk rasa ... berbeda dengan Indonesia, di filipina kebanyakan mereka menggunakan kecap asin (bukan kecap manis), saos sambal dan saos tomat juga jarang, mereka juga g make sambel ...cabe yang ada di filipina kecil2 dan g pedes ... pelajaran d .. besok lagi kalo ke negara2 yang makananya beda jauh dari Indonesia, jangan lupa bawa kecap dan saos sebagai penyelamat waktu makan anda  ;p


My Backpacker Itinerary to Philippines






Total Biaya yang dikeluarkan selama Backpacker ke philippine ini Rp5.400.000 (Tiket Pesawat Manila-Jkt PP n Manila-Palawan PP, Hostel, Biaya hidup disana, transportasi)


Sekian cerita tentang filipina.. ;)

"One Destination is never a place, but rather a new way of looking at things" Henry Miller


Salam, Indah K ;)