Jumat, 02 Juni 2017

Project Around The World



" The World is a book and I will read it"
"One Day, I'll be at the place I always wanted to be"

Everyone has their own story ....and...this is My Story .... My Adventure Book ....
1000 Tings To Do Before I Die

Around The World

➽Negara ke - 2 : Malaysia Negara ke - 3 : Singapore
Negara ke -4 : Thailand (Jilid 1, Jilid 2)
Negara ke - 5 : Mecca 
Negara ke - 6 : Filippina 
➽Negara ke - 7 : South Korea
➽Negara ke - 8 : Japan (Jilid 1, Jilid 2)

Damn I Love Indonesia !!

(Melangkah menuju Provinsi ke-21!)

➽Nanggroe Aceh Darussalam
➽Sumatera Utara
➽Sumatera Barat
➽Kepulauan Riau
➽Sumatera Selatan

➽Bangka Belitung

➽Lampung

➽Banten

➽DKI Jakarta

➽Jawa Barat

➽Jawa Tengah

➽Jawa Timur

➽Daerah Istimewa Yogyakarta
      Air Terjun Sri Gethuk

➽Kalimantan Barat
➽Kalimantan Timur

➽Kalimantan Selatan

➽Sulawesi Selatan

➽Bali

➽Nusa Tenggara Timur
➽Papua Barat

To be Continued .... 

Minggu, 09 April 2017

10 Things to do Before Travel to Japan


Memulai sebuah perjalanan



Kepergian saya ke Jepang tahun 2017 ini termasuk mendadak dan tanpa rencana. Bahkan saat memperpanjang pasport tahun 2015, saat itu saya belum upgrade ke e-passport karena mikir mungkin Jepang belum akan terjangkau untuk 5 tahun mendatang. Beberapa teman sudah ada yang tanya dan ngajakin untuk jalan-jalan ke Jepang, ketika saya tanya tentang harga tiket pesawat yang normalnya Rp8-10 juta PP, langsung ciut nyali karna masih terlalu mahal. Suatu saat, waktu ke travel fair di JCC, saya dan temen melihat ada promo tiket ke Jepang dengan ANA air 4 juta PP, sudah mulai tertarik namun masih tarik ulur. Nanti saja belinya pas batas waktu akhir promo (Desember). 

Desember : G ada angin g ada hujan, tetiba ada temen SMP muncul nawarin tiket promo garuda. Kita cukup tuker miles garuda (7.000 miles PP karena sedang diskon 90%) dan tinggal membayar pajak & admin sebesar Rp1.400.000. Tanpa pikir panjang, jawaban "Iya" langsung mengalir. Bersama mereka...temen SMP yang udah lama g ketemu, sy pergi keliling jepang ;)



Yap ... sedikit cerita tentang bagaimana cara saya dapat tiket promo, karena selama ini banyak yang tanya dapat tiket promo darimana. Sebagian besar traveling saya keluar negri kejadiannya seperti diatas. Tetiba ada yang datang, ngajak jalan dengan tawaran tiket promo yang menawan hati. alhamdulillah yaa :)

Oiya, banyak yang tanya juga dan minta share tentang perjalanan ke Jepang. Ini 10 Things to do Before Travel To Japan ya man teman akuhh ...semoga bisa membantu :)

1. Make an Itinerary to Japan

Salah satu hobi saya adalah membuat itinerary untuk pergi ke Luar Negri, karena dengan membuat itinerary, kita bisa belajar tentang suatu negara. Waktu searching saya jadi semakin tau kalau golden time to visit Japan itu ada 2 yaitu waktu sakura (April) dan waktu musim gugur (November). Karena saya sudah terlanjur beli untuk Bulan Maret, mari kita coba untuk membuat itinerary seasyik mungkin. 

Traveling ke Jepang bulan Maret 
Di Bulan Maret, kita bisa merasakan 2 hal yaitu salju di salah satu tempat dan bunga-bunga yang mulai mekar di tempat yang lain. Kita bisa melihat salju di Daerah Hokaiddo dan Shirakawa-go dan melihat sakura di Izu - Kawazu. Ini Itinerary saya selama 7 hari di Jepang






2. Install Japan Travel Application



Suka banget saat membuat itinerary untuk Negara ini. Saya tinggal install aplikasi Japan Travel, dan aplikasi ini sangat membantu sekali. Waktu keberangkatan kereta dari St A ke St B sangat detail dan tepat, tempat transit dan jumlah stasiun yang dilewati pun sangat mudah untuk di baca. Oiya, di beberapa kereta di Jepang, mereka hanya pakai huruf kanji dan tidak mencantumkan tulisan latinnya, sehingga menyulitkan bagi traveler luar macam saya ini untuk membacanya. Tapi dengan aplikasi ini, masalah selesai. Misal dari Shibuya St ke Ueno St melalui beberapa Station, disamping nama-nama Station yang dilewati tercantum waktu kereta tersebut sampai. Kalau kita kesulitan membaca huruf kanji, endingnya saya membaca jam dan itu benar-benar tepat tanpa meleset sedikitpun. Hebat! 



Jika kita memiliki JR Pass, kita klik bagian priorities JR Pass dan aplikasi akan mengarahkan kita untuk naik ke kereta yang dicover JR Pass. Hal ini sangat menguntungkan mengingat kita tidak perlu membayar lagi jika menggunakan line yang dicover oleh JR Pass

3. Buy JR Pass

Where you Buy your JR Pass? 
www.tripvisto.com

JR Pass itu apa? Menurut saya JR Pass ini kartu sakti yang memanjakan turis untuk pergi keliling Jepang. Menurut informasi yang saya baca, JR Pass hanya bisa dibeli di Luar Jepang, pilihannya ada 2 yaitu 7 hari dan 14 hari. Saya membeli JR Pass di Tripvisto untuk 7 hari dengan harga Rp3.285.000 (setelah membandingkan beberapa harga dengan web lain). Kita bisa pesan JR Pass h-3 minggu sebelum keberangkatan. Waktu untuk proses JR Pass adalah 5 hari kerja. Dari tripvisto, kita akan diberikan semacam kertas bukti JR Pass. Setelah sampai di Jepang, aktifkan JR Pass di counter-counter yang ada dalam web, salah satunya di Bandara Haneda.  

Perlu atau tidak kita membeli JR Pass? it's depends on your itinerary. Kalau anda cuma ingin di Tokyo dan sekitarnya atau hanya Osaka-Kyoto, saya rasa tidak perlu membeli JR Pass. JR Pass worth it dibeli jika kita memutuskan untuk keliling Jepang dengan waktu yang terbatas. Contohnya: Tokyo - Osaka sejauh kurang lebih 500 km (setara sama Jakarta - Jogja) bisa ditempuh dengan Shinkansen (Kereta cepat) hanya dengan 2,5 jam saja dengan harga 14.000 yen 1 x perjalanan (kurang lebih Rp1,5 jt).  

Oiya, JR Pass tidak hanya berlaku untuk kereta luar kota saja (shinkansen), tapi juga berlaku untuk kereta dalam kota asalkan line kereta tersebut adalah JR Line. 

Reserved Seat atau Non Reserved Seat?
Kereta Shinkansen terdiri dari beberapa gerbong yang terdiri dari green car (executive class-nya), reserved seat dan non reserved seat. Petunjuk tentang gerbong tersebut ada di papan pengumuman di peron keberangkatan. Jika kita membeli satuan, harga reserved Seat dan non reserved seat berbeda. Tentu saja lebih mahal untuk tiket reserved seat. Jika kita menggunakan JR Pass, kita bisa reserved seat terlebih dahulu di stasiun sebelum keberangkatan. 


4. Rent a Router Wifi for traveling in Japan

Sewa Router wifi di Indonesia
Untuk kebutuhan komunikasi, inet dan update perjalanan selama kita di Jepang, kami menggunakan Wifi dari Wi2fly (https://wi2fly.com). Harga sewanya Rp70.000/hari bisa dipakai untuk 5 device dengan deposit Rp500.000. Untuk routernya bisa di ambil sendiri ke kantor atau diantar jemput (tanpa biaya). 

Sewa Router wifi di Jepang
Oiya..kemarin sempat misah dengan teman, jadi saya harus sewa router lagi waktu dijepang untuk 1 hari. Saya sewa di HIS information center (ada di beberapa spot hits di Jepang) dan bisa dikembalikan di counter HIS ditempat yang lainnya dengan harga 700 yen dengan deposit 10.000 Yen. 

5. Book Hostel

Tokyo


Saat di Tokyo kami menginap di rumah teman, jadi tidak ada rekomendasi untuk penginapan di Tokyo. Makasii ya Irma, suami dan Miyuki yang uda mau direpotin tante2 rempong selama 3 hari....disediain tempet nginep, dimasakin sarapan ...semoga Tuhan membalas kebaikan kalian di Jalan lain :) Tararengkyu gaesss :)

Osaka

Di Osaka, kami menginap di Drop Inn hotel. Jaraknya 800 m dari stasiun Osaka atau sekitar 15 menit jalan kaki. Kami ambil kamar Female dorm. 1 tempat tidur harganya kurang lebih Rp300.000an. Mahal yaa .. di Indo dengan harga segini kita bisa dapet 1 kamar di pop hotel ;p. Kamar dorm ala-ala backpacker ini, 1 kamar isinya 10-15 tempat tidur. Kamar mandi bersama di lantai bawah dan sarapan self service (ambil makan sendiri dan jangan lupa setelah selesai pakai peralatan makan dan minum dicuci dan diletakkan di tempatnya lagi). 

Kanazawa



Di Kanazawa kami menginap di MyStay Kanazawa Castle. Just remember the name. Karena kami sempat salah masuk hotel karena namanya hamppir sama dan sama-sama berjarak 500 meter dari Stasiun Kanazawa, yang satu 500 meter dari depan stasiun (My Stay Hotel -hotel versi premiumnya), yang  satu 500 m dari belakang stasiun(MyStay Kanazawa Castle). 1 kamar seharga 1,2 juta dengan 3 tempat tidur. Untuk toiletery nya self service, barang-barang seperti sikat gigi, odol, handbody, dll bisa diambil sendiri di rak disamping resepsionis. Saya suka, tempatnya nyaman dan harganya cukup terjangkau, juga disediakan yukata untuk tidur. 

Shirakawa-go



Cukup sulit menemukan tempat menginap di Shirakawa-go. Saya email ke beberapa alamat email dan mereka menjawab full, sampai akhirnya ada 1 yang menjawab bisa mencarikan tempat menginap disana. 
Rekomendasi web untuk menginap di Shirakawa-go : www.nippon-lo.com. Thx to Yuya-san yang uda bantu kami nemuin tempat buat nginep di Shirakawa-go ... :)



Kita menginap di minshuku gensaku (jalan 5 menit dari bus stop). Di Minsuku genshaku ada 3 kamar. 1 kamar bisa diisi 3 orang. Akhirnya kesampaian bisa menginap di rumah tradisional jepang, tidur dengan futon dan merasakan table set traditional Jepang. 



Oiya, mereka akan mengingatkan jam makan pagi dan makan malam. Semua visitor akan makan diwaktu yang sama dalam 1 ruangan. Untuk kamar mandinya, seperti kamar mandi hotel pada umumnya. Untuk pengalaman tidur di futon....I like it :) sayangnya cuma antara kamar 1 dengan kamar lainnya batasnya pintu kayu, jadi ada jam batas keramaian gitu..jam 22.00 , karena suara bisa kedengeran sampe ke kamar lain ;p


6. Think about transportation to go around Japan

Indah ...keliling Jepang sendirian gitu g bingung ya? alhamdulillha engga ... bahkan jepang ini adalah negara tergampang untuk masalah transportasinya karena ada aplikasi Japan Travel. Tinggal input dari mana mau kemana, langsung muncul kita harus naik apa. Waktu kedatangan dan keberangkatan transportasi juga tepat waktu. Ada beberapa macam transportasi Di Jepang

Shinkansen
Kereta cepat yang jadi andalan untuk traveling keliling jepang dengan mudah dan cepat. Harganya kira2 Tokyo-Osaka 1,5 Juta.

Kereta
Perusahaan yang mengoperasikan kereta di Jepang ada lebih dari 1. Jika kita mempunyai JR Pass, pada saat naik kereta di JR Line, kita cukup menuju gate paling kanan/kiri yang ada petugasnya, menunjukan kartu JR Pass, dan keluar masuk dengan gratis. Jika selain JR Line, kita membeli tiket di mesin otomatis. Ada peta di atas mesin otomatis tersebut misal kita turun di A harganya berapa, turun di B harganya brp, dll. Atau kita bisa beli kartu suica/pasmo untuk multi trip agar tidak perlu beli-beli lagi setiap kali akan naik kereta, tinggal tap di gate masuknya.

Bus
  • Kami menggunakan bus ketika pergi keliling kyoto. 1 kali naik bus kurang lebih 230 yen. Kita bisa membeli one day pass bus seharga 500 yen di Kyoto Station (Di Information center atau di dekat terminal bus di Kyoto Station). Untuk memakai bus di Kyoto ini, semua penumpang masuk dari pintu tengah bus dan keluar lewat pintu depan sembari membayar. Jika menggunakan one day pass, masukkan kartu ke mesin yang disediakan dan ambil lagi kartunya, jika membayar menggunakan uang tinggal masukkan uang ke mesin disamping driver bus
  • Kami menggunakan bus ketika dalam perjalanan Kanazawa - Shirakawa-go. Tiket sudah dipesankan oleh Yuya-san (yang membantu kita mencari penginapan di Shirakawa-go), harganya 1.850 yen 1x perjalanan. Kita tinggal menukar kode booking dengan tiket di counter Nohi Bus. Counter Nohi Bus ada di dekat di Terminal Bus Stasiun kanazawa, tepatnya di dekat halte bus nomor 1. Kita bisa menukar tiket dan booking tempat duduk. Tentu saja saya request untuk duduk disamping jendela. Halte keberangkatan Nohi bus ada di halte nomor 2 (atau jika tidak yakin bisa bertanya ke information center didekat sana)
Taxi
Sebenarnya takut menggunakan taksi di Jepang ini, karena gosipnya tarifnya mahal. Tapi karna waktu kami mepet kami memutuskan menggunakan taksi dari kiyomizu dera - fushimi inari dan fuhimi inari - gion (tempat peminjaman kimono). Tarif bukaan taksi berbeda-beda, seingat saya sekitar 490 yen atau 500an yen (kira - kira 60 ribu). Jarak Kiyomizu dera - fushimi inari kurang lebih 4 km ditempuh dalam waktu 15 menit. Tebak berapa tagihan taksi kami? hampir 2.000 yen (Rp200.000), bahkan tendean - cgk aja yang segitu jauhnya Rp130.000 looo...hiks banget ya....kalo g kepepet, g naik taksi dee...
Oiya, bapak taxinya semua baik. Mereka semua pakai argo dan mereka hanya mengaambil uang sesuai haknya. 


7. See the Weather forecast before go to japan

Sebelum pergi ke suatu negara, lebih baik kita cek dulu suhu disana pada saat keberangkatan berapa, sehingga kita bisa memutuskan baju macam apa yang harus dibawa. Saat di Kyoto, Osaka dan Tokyo suhu nya 15 derajat. Saat di Shirakawa-go suhunya 0 - 7 derajat. Daaaan paling ampuhnya lagi, ramalan cuaca disana itu per jam. Jadi kalau dibilang jam a-b hujan, maka hujanlah...begitulah kira-kira. Sebelum pergi juga kami cek ramalan cuaca waktu ke shirakawa-go, akan ada hujan salju. Wa...padahal kemarin-kemarin sudah g turun ... alhamdulillah yaa, ramalan cuacanya bener banget dan masih hujan salju ...syukaa :)


8. Culiner

Traveling ke negara luar yang islam adalah minoritas, kadang menjadikan makan nomor 2 dalam perjalanan. Kadang juga cuma makan 1 x sehari karna susah mencari tempat makan halal. Untungnya, di jepang banyak cemilan - cemilan yang bisa ngisi ruang hampa makanan ini ....



  • Tokyo : Sushi 100 Yen -tempat ; Dekat rumah ega (dan saya lupa rumahnya letaknya dimana ;p). disini jual susi serba 100 yen dan enaak!! ditraktir pula sama ega dan suaminya .... makasyii ya kaliaan...semoga Tuhan membalas kebaikan di jalan lainnya :)
  • Tokyo - Ueno - Ameyoko : masuk di daerah Amayoko ada beberapa Kebab Halal. Menunya kebab dan nasi daging ayam 
  • Osaka - Dotonbori : Creo - ru. Menurut embah google, ini salah satu spot makanan halal di dotonbori, tapi ketika kita liat menunya, ada pork juga. Tapi karna kita udah laper selapar2nya, kita pesan makanan yang menurut mereka halal. Takoyaki, chicken wings dan okonomiyaki. Bismillah...
  • Onigiri yang dibeli di Sevel kita nobatkan sebagai makanan penyelamat selama bepergian keliling Japan
  • Dinner set makanan traditional Japan yang didapat waktu menginap di shirakawa-go. Ada tempura, ada rebung dan sayuran lain yang saya tidak tau namanya, miso sup, ikan goreng, dan yang paling ajib adalah hida beefnya .... Mantep!
  • Shirakawa-Go : Potatoes hida beef ...harganya 250 yen
  • Eskrim Matcha dan Sakura : Beli di Kiyomizu dera dan arashiyama
  • Mochi matcha dan sakura di Kiyomizu dera
  • Marion crepes - Harajuku
  • rice cake di kiyomizu dera

9. Where to Shop

Saya bukan ahlinya belanja, jadi ini saya share sepanjang pengetahuan saya saja yaa...;p
  • Shibuya : Segala macam merk ada di Shibuya (H&M, Uniclo, Zara, Apple store, dll)
  • Sepatu : Yang lagi hits "Onitsuka Tiger" (ada di Shibuya) yang kalau kita masuk store-nya yang di Shibuya, isinya orang Indonesia semua
  • Tas : Annelo - yang ini saya g tau, annelo asli yang dimana. Di Harajuku ada, di Ameyoko ada
  • Ameyoko - Uneo St : Disini banyak barang-barang murah, tapi saya kurang tau ini asli atau KW ... barang-barang yang dijual sepatu2 bermerk yg dijual disemacam pasar, tas-tas dan lebih ke cowok style
  • Harajuku : Ini dia tempet nyari baju yang lucu-lucu (sayangnya badan uda mulai gede, jadi g dapat hasil buruan di tempat ini)
  • Daiso - Toko serba 100 Yen (sebelum pajak). Daiso paling besar di Tokyo ada di Harajuku. Disini Daisonya ada 4 lantai. 
  • Dotonbori - Osaka : Segala macam ada
  • Make - up (SK II, dll) : Matsumoto Kiyosi

10. Prepare your Money and Change the money

Mata Uang Jepang adalah Yen. Kurs yen pada saat saya pergi adalah 116. Saat itu saya tukar uang di angka kurs 118,5 di Mall Ambasador. Tukarlah sebelum jadi tinggi ;p, biasanya deket-deket waktu hits untuk traveling ke Jepang kursnya bisa diangka 127an. 

Oiya ... ini biaya perjalanan selama di Japan (Tiket Pesawat, penginapan, makan, transport, dll) - not include shopping





Sekiaan....
Ditulis dikamar kos waktu weekend, dibaca dimana saja


Negara ke 8: Backpacker to Japan


Visit Tokyo - Kyoto - Kanazawa - Shirakawa-go - Osaka with the 7 days JR Pass


TOKYO

Arrival at Haneda Airport and Travel around Tokyo

Haneda International Airport
  • Imigration
  • Activate JR Pass
  • Buy Suica Card
Proses Imigrasi di Bandara Haneda tidak memerlukan waktu yang lama. Keluar dari proses Imigrasi, bagasi sudah mulai bisa diambil. Setelah itu, kita bisa pergi ke arah information center untuk bertanya tempat untuk mengaktifkan JR Pass dan Membeli Suica Card (tempatnya bersebelahan). 

Petugas JR akan membantu untuk mengaktifkan JR Pass. Kita harus mengisi form yang telah disediakan, isinya kurang lebih tentang data diri, pasport dan masa aktif JR Pass. Setelah JR Pass Aktif, kita reserved seat untuk keesokan harinya untuk pergi ke Kyoto. Best Seat to go to Kyoto is the right seat because you have an opportunity to see Mount Fuji in your way to Kyoto (40 minutes after departure from Tokyo). 

Suica card dapat di beli langsung di mesin otomatis. Jika tidak bisa cara mengoperasikannya, tinggal bertanya ke petugasnya, dia berjaga di sekitar mesin tersebut. Waktu kita membeli Suica card, ada deposit sebesar 500 yen dan biaya adm. Jika ada sisa uang didalam kartu, bisa kita refund sisa uang dan deposit ke mesin tersebut. 

Travel Around Tokyo


  • Shinjuku
  • Shibuya
  • Harajuku
  • Ueno
How to get There : JR Line (Just show your JR Pass to the officer) 

Shinjuku dan Shibuya merupakan 1 daerah semacam kita pergi ke Mall, ada H&M, Zara, Uniclo dll tapi bukan cuma 1 counter, tapi masing-masing 1 gedung. Untuk yang gila belanja..semua bisa anda dapatkan disini. Oiya..sebenarnya semua sudah ada di Shibuya, tapi kita ke Shinjuku juga karna pengen ke Shinjuku garden untuk liat Sakura. Kalau waktunya sedikit, cukup pilih salah satu shibuya / shinjuku. 

Harajuku: Takesita Street tempat untuk belanja baju-baju lucu. Kalau ingin beli oleh-oleh, disini ada Daiso 4 lantai serba 100 Yen. 

Ueno: di Ueno ada Amayoko (dekat dengan Uneo St), pasar /tempat dimana kita bisa cari tas, sepatu2, dll semua barang murah2 ada disini. Di Amayoko ada beberapa spot makanan halal semacam kebab.   

Where to Stay in Tokyo
In our friends house - Irma : Thx to Irma sudah mau direpotin sama kita :)

KYOTO


"Tokyo may be the capital of Japan, but Kyoto is it's heart and soul" 
- Juliet Winters Carpenter



Salah satu tempat populer dan wajib banget untuk dikunjungi waktu anda ke Jepang adalah Kyoto. Belum ke Jepang kalau belum ke tempat ini. Kota yang indah dimana kita dimanjakan dengan berbagai bangunan kuno dan budaya yang masih kental. Jatuh cinta banget sama Kyoto. Kalau kata teman-teman yang tau saya banget, ini kota tempat kepengenan kamu banget y ndah...;p

Salah satu cara mudah untuk keliling kyoto adalah menggunakan Bus. Kita bisa membeli one day pass bus di Tourist Information center (dekat pintu keluar JR Sinkansen) atau dekat dengan terminal bus. Harganya 500 yen (it's worth it karena 1 kali jalan aja harga tiket bus : 230 yen). Jangan lupa meminta petunjuk dari petugas counter, beritahukan rencana kita hari ini akan kemana saja dan dia akan menunjukan rute bus, nomor bus dan dimana harus turun. Untuk sistem masuk bus nya, semua penumpang masuk dari pintu tengah bus, ketika akan turun di halte yang dituju tinggal tekan bel yang ada didekat anda. Semua penumpang akan keluar melalui pintu depan, sekalian membayar biaya bus (masukan coin di mesin jika tidak menggunakan one day pass, masukan kartu jika menggunakan one day pass)

Golden Pavilion



How to Get There : Kikankuji-Michi 
Entrance Fee: 400 Yen

Taman dengan Golden Pavillion sebagai pusatnya. Untuk berkeliling tempat ini tidak membutuhkan waktu yang lama. 1 jam cukup untuk menikmati keindahan tempat ini. 

Arashiyama Bamboo Forest


How To Get There : Bus or JR Line (Saga - Arashiyama St)
Entrance Fee: Free

Luangkan waktu anda untuk bisa menikmati Arashiyama. Spot foto yang terkenal ada di Bamboo Forestnya, letaknya sebelum jembatan. Disepanjang jalan Arashiyama ada rumah-rumah traditional yang instagramable banget untuk foto-foto, toko-toko souvenir lucu, ice cream sakura & matcha dan pemandangan sungai dan bukit yang menawan. Ada beberapa cara untuk menikmati Arashiyama, selain berjalan, kita juga bisa naik kereta keliling arashiyama, naik kapal kecil untuk perjalanan sepanjang sungai disekitar sini, dan naik becak tradisional. Karena saya hanya berjalan kaki alias sehat & gratis, jadi belum bisa kasi range harga masing-masing mode transportasi tersebut ;p 

Kiyomizu-dera



How to get There: Bus to Kiyomizu-Michi 
Entrance Fee: Free
Rental Kimono: 
Okamoto Kimono 
(okamoto-kimono.com). Tips : book online dulu untuk dapat diskon harga.


Tempat paling cocok untuk memakai kimono di Kyoto adalah Kiyomizu-dera. Kiyomizu-dera merupakan sebuah kuil dengan  keindahan jalan menunju kuilnya. Sepanjang jalan, kita dimanjakan oleh bangunan - bangunan tua dan toko-toko souvernir lucu. Belilah ketika ketemu yang bikin jatuh cinta, daripada menyesal seperti saya yang akhirnya g beli apa-apa. Hampir semua orang yang datang ketempat ini memakai kimono. Kota tua, kuil, bangunan-bangunan kayu lama, souvernir2 cantik dan kimono merupakan sebuah kombinasi yang tepat bukan? Tempat seperti inilah yang saya cari banget setiap saya keluar negri. I Love you full ....

Fushimi Inari



How to Get There: JR Line to Inari St
Entrance Fee: Free

Masih ingat adegan gadis kecil berlari-lari di ribuan gerbang berwarna orange di film memoirs of geisha? Sebuah tempat yang saya liat di film dan di upload-an teman waktu mereka ke Jepang ini benar-benar bikin jatuh cinta. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi menggunakan kimono di Kyoto adalah tempat ini. Kalau hanya punya sedikit waktu, cukup berjalan sampai ke kuil kecil yang pertama sudah cukup untuk membuat foto-foto menawan. Jika ingin menikmati lebih, lanjutkan perjalanan sampai ke garis finish :)

Gion
How to Get There: Bus to Gion
Entrance Fee: Free
Best place to see Geisha in the afternoon

Kanazawa

"Georgeous Gardens, Geisha and The arts in a castle Towns"



Kami tiba di Kanazawa St pukul 22.30-an dan langsung menuju MyStays Hotel dengan berjalan kaki 10 menit, 10 Menit yang tidak semudah biasanya. Jalanan sudah mulai sepi, hujan mulai turun dan angin yang g santai dengan suhu 7 derajat bikin kami langsung ingin cepat sampai ke hotel. Tapi tunggu dulu ... ada yang aneh...hujannya aneh, waktu jatuh ketanah bentuk nya bukan air tapi semacam es ....Wuaa....ini Hujan salju? aakkk.... (jalan sambil senyum-senyum sendiri karna baru pertama kali ngerasain ;p). Adegan jalan malam-malam hujan salju ini asik pada awalnya, tapi ketika sampai di Hotel dan ternyata kita salah hotel itu.....akkk g syanggup ngulang lagi jalan balik. Seharusnya kita menuju MyStays Kanazawa Castle, bukan MyStays Hotel ajah ... tetiba nyanyi lagu so long and good night!


Kenrokuen-Garden



How to get There: Bus to Kenrokuen Garden 
Entrance Fee: 400 Yen


Good Morning Kanazawa!!! Pagi itu kami kesiangan! Pagi ini kami akan pergi ke Kenrokuen Garden, one of Japan's Three Most Beautiful Garden. Perjalanan dapat ditempuh selama 15 menit dengan bus dari Kanazawa St (untuk halte yang mana, kita bisa tanya ke tourist information center). Kami hanya punya waktu yang sempit, karena jam 13.00 kami harus pergi ke Shirakawa-go. Waktu yang sempit mengharuskan kami bawa-bawa koper agar tidak bolak-balik. Sesampainya di loket Kenrokuen Garden, kami bertanya dimana tempat untuk menitipkan koper. Kebodohannya adalah kami tidak bisa mengartikan bahasa tarsan ketika petugas tiket mejelaskan dimana letak penitipan koper, yang berkahir pada kita gantian nikmatin taman karna salah satu dari kami jaga koper. Bhay! merasa lebih zong saat kami selesai, keluar dari pintu gerbang dan kami melihat ada loker buat meletakkan koper disana. OMG!!  



Kenrokuen Garden merupakan one of Japan's Three Most Beautiful Garden. Disini kita akan dimanjakan dengan taman yang indah, bunga-bunga yang belum pernah saya lihat di Indonesia dan salah satu yang menarik perhatian saya di taman ini adalah benda berbentuk kerucut yang ada di atas pohon. Setelah searching sana-sini, ternyata pohon itu adalah pohon Pinus Karasaki, salah satu pohon yang menonjol di taman ini, dan benda berbentuk kerucut itu ternyata sebagai perlindungan tradisional pada saat musim dingin (perlindungan dari salju). Jika anda ke Kanazawa, luangkan waktu seharian untuk menikmati Garden dan kota ini .. Asik dan Indah.


Shirakawa-go

a Traditional touch in the alphs of Japan



3 Tahun lalu di sebuah festival Jepang di Kelapa Gading, ada orang Jepang yang membagikan pamflet sebuah tempat wisata di Jepang, judulnya Perfecture Gifu yang covernya Shirakawa-go saat light festival. Gemerlap desa tradisional malam hari ditengah salju yang tebal. Jatuh cinta dan langsung bilang dalam hati, suatu saat pegen nginep di tempat ini!



Januari - Februari adalah golden time untuk mengunjungi tempat ini, sesuaikan waktu dengan Light festival akan membuat kunjungan anda ke tempat ini "Sempurna". Saya berkunjung ke tempat ini di pertengahan Maret. Walau bukan saat light festival, walau gagal melihat kelap-kelip desa malam hari yang ternyata hanya ada saat light festival, walau sempat cemas masih ada salju/tidak waktu kunjungan kita kesini (sampai pantau dari live cam Shirakawa-go), walau sempat galau saat booking minshuku karena coba email ke beberapa web full semua. The Dream That you wish will come true. 



Perjalanan dengan bus dari Kanazawa St menuju Shirakawa - go membutuhkan waktu 1 jam perjalanan dengan harga 1.850 yen 1x jalan. Di sepanjang jalan menuju Shirakawa-go, kita disuguhi dengan kemegahan pegunungan salju yang menawan hati ...kalau di benak saya mah berasa ada di tempat-tempat syutingnya twilight...trus berasa om Edward cullen bentar lagi datang ngejemput ;p - nyanyi lagu Thousand years -

Shirakawa-go .. sebuah desa tradisional dengan building style "Gassho Zukuri", beberapa dari bangunan ini sudah lebih dari 250 tahun yang lalu, lokasinya ada di kaki gunung Haku-san di Gifu perfecture. Gassho Zukuri berarti "constructed like hand in prayer" and didesign to help survive heavy winter snowfalls.  Menginap di Minshuku merupakan pengalaman pertama saya tinggal di rumah tradisional Jepang, tidur dengan futon seperti film doraemon yang selalu saya tonton waktu kecil dan mencoba dinner table set dengan makanan tradisional jepang. it's so amazing!!!